Label

Tampilkan postingan dengan label Living a Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Living a Life. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Oktober 2012

10 Sikap Hidup Bahagia


10 Sikap Hidup Bahagia

1. Lepaskanlah Rasa Kuatir & Ketakutan.
Ketakutan & kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yg blum tentu terjadi,
kebanyakan hal-hal yg Anda kuatirkan & takutkan tak pernah terjadi !
It's all only in your mind.

2. Buanglah Dendam.
Dendam & Amarah yg disimpan hanya akan menyedot energi diri Anda & hanya mendatangkan KELELAHAN JIWA, BUANGLAH !!

3. Berhentilah Mengeluh.
Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yg Ada saat ini, secara tak sadar Anda membawa-bawa beban negatif.

4. Bila Ada Masalah, Selesaikan Satu Persatu.
Hanya inilah cara menangani setiap persoalan satu demi satu.

5. Tidurlah Dgn Nyenyak.
Smua masalah tak perlu dibawa tidur.
Hal tersebut buruk & tak sehat, biasakanlah tidur dgn nyaman.

6. Jauhi Urusan Orang Lain.
Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri u/ menangani setiap masalahnya.

7. Hiduplah Pada Saat ini, Bukan Masa Lalu.
Nikmati masa lalu sebagai kenangan,
Jangan tergantung padanya.
Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini,
karna apa yg Anda miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok.
"Be totally present"

8. Jadilah Pendengar Yg Baik.
Saat menjadi pendengar,
Anda belajar & mendapatkan ide-ide baru berbeda dari org lain.

9.Berpikirlah Positif.
Rasa frustasi datang dari pikiran negatif.
Kembalilah berpikir positif. Bertemanlah dgn orang2x yg berpikiran positif & terlibatlah dgn kegiatan2x positif.

10. Bersyukurlah.
Bersyukurlah atas hal-hal kecil yg akan membawa Anda pada hal-hal besar.
Sekecil apapun karunia yg Anda terima,
akan menghasilkan hal-hal besar & slalu membawa Anda kpd Kebahagiaan saat Anda bersyukur.                                 
Tersenyum lah...:) :) :)

Selalu ada pengharapan yg baru..

Kamis, 15 Maret 2012

Alkitab & Ferrari

Ada org kaya memiliki anak & waktu itu si anak dijanjikan oleh papanya, kalau sekolahnya lulus dgn nilai bagus(diatas 7 semua), akan diberi hadiah sesuai permintaan anaknya, anaknya minta diberi hadiah mobil Ferrari.

Singkat cerita, stlh anak itu lulus dgn nilai yg bagus, papa nya dtg kpd dia & menyerahkan sebuah buku serta mengatakan, buku ini sangat berharga sekali, melebihi segala apapun yg ada di dunia. Buku itu adalah ALKITAB.

Tetapi apa reaksi anaknya?
Dia marah sekali & membanting ALKITAB itu, dia mengatakan, sy tdk butuh buku ini, sy butuh Ferrari, papa pembohong, penipu. Tanpa pikir panjang, dia pergi meninggalkan rmh tanpa pamit & tdk kembali.

Selama 15 thn dia hidup dlm kepahitan & penderitaan.
Setelah 15 thn berlalu, dia mendengar papanya dipanggil oleh Tuhan. Dgn berat hati akhirnya dia pulang ke rmhnya, waktu dia msk ke kamarnya, tdk berubah sama sekali, bahkan ALKITAB hadiah itu msh ada tertata rapi di lemarinya, kemudian dia mulai buka ALKITAB itu, di depannya ada tulisan dari papanya yg menceriterakan bgmn awal perjuangannya memulai bisnis hingga berhasil.
Si anak ini mulai menangis terharu, terus dia baca & akhirnya di halaman berikutnya dia sangat terkejut, karena menemukan selembar check senilai harga mobil Ferrari.
Anak ini menangis ter-sedu², namun terlambat, dia sdh menderita selama 15 thn.

Dari kesaksian ini kita bisa belajar bgmn cara Tuhan bekerja, tdk seperti yg kita pikirkan.

Rancanganmu bukan rancanganKu, pikiranmu bukan pikiranKu, seperti langit & bumi jauhnya.

Oleh sebab itu dlm hidup ini jgn gegabah, kalau kita berjln sesuai dgn FirmanNya, hidup ini akan menjadi indah krn Tuhan tdk pernah merencanakan yg buruk dlm hidup kita.

Kalau saudara mendpt berkat dari artikel ini, bagikan kpd teman² yg lain agar mereka juga diberkati.
Tuhan Yesus Memberkati.:)

Lokasi PA Padang & Acara Liburan Keluarga di Bukit Lawang ==> klik disini
Pakaian, tas dan aksesoris di Butik Online  ==> klik disini

Selasa, 04 Oktober 2011

Yang Mengambil Akan Menyesal, Yang Tidak Mengambil Akan Menyesal.


Beberapa turis dari Eropa yang tengah berada di Afrika, menjumpai sebuah oase di tengah padang belantara.

Di dekat danau itu banyak batu-batuan dan terdapat sebuah papan bertuliskan:
"Yang mengambil batu akan menyesal.
Yang tidak mengambil batu juga akan menyesal"

Heran dengan kalimat itu, ada yang malah tertarik untuk mengambil beberapa butir batu-batu itu untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.

Beberapa yang lainnya tidak terlalu menggubrisnya. Jadi mereka tidak mengambil batu-batu itu dan lebih tertarik untuk menikmati segarnya air di oase itu
Setelah kembali ke Eropa, mereka menyuruh ahli batu-batu untuk memeriksa batu-batuan yg mereka bawa.

Ternyata batu-batuan itu adalah sejenis Safir yang dari luar tampaknya jelek tapi di dalamnya merupakan permata yang sangat indah dan mahal harganya.
Yang tidak membawa batu itu jadi menyesal karena tidak membawanya, tetapi yang membawanya pun akhirnya menyesal karena tidak membawa lebih banyak.

Bukankah hidup manusia serupa seperti cerita di atas?
Tuhan memberikan kehidupan yang sangat berharga. Namun bukankah kita seringkali kurang menghargai masa hidup ini justru di saat kita masih bisa hidup lama?

Hidup ini begitu bernilai. Jauh lebih bernilai daripada batu-batu Permata.
Itulah sebabnya agar kita tidak menyesal di kemudian hari, maka kita harus menjalani hidup dengan maksimal.

Bekerja dengan maksimal, Mengasihi keluarga dengan maksimal, Berkarya bagi sesama dengan maksimal.

Intinya ketika kita sudah mengusahakan yang terbaik selama hidup ini, maka kita tidak perlu lagi menyesal di kemudian hari.

Usahakan yang terbaik selama kesempatan itu masih ada. Have a Blessed Gratefull Day..

Sabtu, 17 September 2011

Memberi Untuk Menerima

Suatu malam hari di sebuah keluarga, setelah si Ayah membacakan sebuah ceriat untuk anak gadis kecilnya, si Ayah berkata kepada anak nya : "Nak, sayang gak sama Papa?". Si anak langsung menjawab : "Sayang donk Pa..". Lalu si Ayah berkata : "Kalo gitu boleh gak Papa minta kalung kamu?". Si anak menjawab : "Aku sayang sama Papa, tapi aku juga sayang sama kalung ini..". Lalu si Ayah berkata : "Ya sudah, tidak apa-apa.."

Kejadian itu terjadi berulang selama 3 hari berturut turut.. Si Anak pun berpikir, "Kenapa Papa mau minta kalung ini? Ini khan kalung pemberian Papa juga.."

Malam berikutnya, ketika si Ayah menanyakan pertanyaan yang sama, si Anak menjawab : "Aku sayang sama Papa dan kalung ini Pa, tapi kalau Papa mau kalung ini, ya sudah, aku berikan ke Papa.." Si Anak lalu membuka kalungnya dan memberikan nya kepada Ayah nya. Ayahnya menerimanya dengan tangan kirinya, memasukkan kalung itu ke kantong celana kirinya, lalu memasukkan tangan kanan nya ke kantong celananya sebelah kanan, mengeluarkan kalung yang sama bentuknya namun terbuat dari emas asli. Lalu memakaikan kalung itu ke leher anak nya.. "Sebenarnya kalung ini sudah Papa kantongi dari pertama kali Papa bertanya sama kamu. Tapi Papa menunggu sampai kamu sendiri yang menyerahkan kalung mu kepada Papa, baru Papa ganti dengan yang lebih bagus.."

Sering kali kita merasa bahwa Tuhan itu kejam dan tidak adil ketika Dia meminta apa yang sudah diberikan nya kepada kita. Padahal kita tidak tahu bahwa Dia akan menggantinya dengan yang lebih bagus lagi. Kenapa ketika kita merasa susah kita berkata "Kenapa aku Tuhan??!!", namun ketika senang kita tidak pernah menanyakan hal yang sama kepada Tuhan..

Selalu bersyukur.. Dan ingat ketika kita memberi, itu adalah Tuhan yang meminta, dan kita akan menerima yang lebih baik lagi dari Tuhan..

Kamis, 15 September 2011

Dan inipun akan berlalu...


Raja Salomo, adalah seorang raja yg terkenal dengan kebijaksanaannya.

Dan pada suatu hari, sang raja meminta kepada tukang emasnya yg sudah tua renta untuk menuliskan sesuatu di dalam cincinnya.

Raja berpesan, "Tuliskanlah sesuatu yang bisa kamu simpulkan dari seluruh pengalaman dan perjalanan hidupmu, supaya itupun bisa menjadi pelajaran untuk hidup saya".

Berbulan-bulan si tukang emas yg tua itu membuat cincinnya, lalu lebih sulitnya menuliskan apa yang penting di cincin emas yang kecil itu. Akhirnya setelah berdoa dan berpuasa, si tukang emas itupun menyerahkan cincinnya pada sang raja. Dan dengan tersenyum, sang raja membaca tulisan kecil di cincin itu. Bunyinya, "DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU".

Awalnya sang raja tidak terlalu paham dengan apa yg tertulis di sana. Tapi, suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan kerajaan yang pelik, akhirnya ia membaca tulisan di cincin itu dan ia pun menjadi lebih tenang, Dan Inipun akan berlalu!. Dan tatkala ia sedang bersenang-senang, ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu, lantas ia menjadi rendah hati kembali.

Betul! Ketika Anda lagi punya masalah besar ataupun sedang lagi kondisi terlalu gembira, ingatlah kalimat itu, "Dan inipun akan berlalu". (These too, will pass).

Kalimat ini, kalau direnungkan dengan bijak akan mengantarkan diri kita pada keseimbangan hidup. Tidak ada satupun yg langgeng. Jadi, ketika Anda punya masalah, tidak lah perlu terlalu bersedih. Tapi, tatkala Anda lagi senang, jgn terlalu kelewat senang.

Ingatlah....apapun yg kau hadapi saat ini, semuanya akan berlalu..

These too will pass..

Senin, 29 Agustus 2011

Penjaga Yang Tak Terlihat

Dahulu sekali, ada sebuah suku di pedalaman Kalimantan yang memiliki ritual adat kebiasaan yang cukup unik untuk anak lelaki di suku tersebut.
Seorang anak lelaki, pada umur tertentu akan dibawa oleh ayah nya ke tengah hutan, diikat ke sebuah pohon besar dan akan ditinggalkan selama satu malam.
Suatu ketika, seorang anak yang bernama Boni akan menjalani ritual tersebut.
Sang ayah mengajak Boni ke tengah hutan, setelah menemukan pohon yang cukup besar di tengah hutan, sang ayah pun mengikat Boni di pohon tersebut, lalu berjalan kembali ke arah perkampungan meninggalkan Boni.

Boni yang terikat sendirian pada sebuah pohon di tengah hutan tidak merasa khawatir karena hari masih terang. Namun ketika hari mulai gelap, Boni mulai ketakutan. Suasana mulai gelap dan mulai terdengar suara-suara yang aneh. Boni yang ketakutan pun mulai memanggil ayahnya. “Ayah, lepaskan aku..” berulang-ulang dengan suara yang kuat. Namun bukan Ayah nya yang datang, tapi suara binatang yang semakin banyak terdengar. Boni terus memanggil-manggil ayah nya sampai ia kelelahan dan habis suaranya. Namun sang ayah tak kunjung muncul untuk meleaskan ikatan nya. Sepanjang malam Boni terjaga dan terus ketakutan.
Ketika fajar mulai menyingsing dan hutan mulai terang, Boni melihat ada sesosok lelaki berada 1 meter di samping nya. Berdiri dengan siaga, sebuah parang di tangan kanan nya dan sebuah tombak di tangan kirinya. Orang itu ternyata adalah ayahnya. Yang sepanjang malam tetap siaga untuk menjaga Boni agar selamat bilamana ada serangan dari binatang buas.
Sang ayah kemudian melepaskan Boni dan mereka meninggalkan hutan dan pulang ke perkampungan.

Sering kali tanpa sadar, ritual ini terjadi dalam kehidupan kita. Tuhan yang kita pikir telah meninggalkan kita terjerat dalam beban kita, di tengah pergumulan masalah kita, ternyata tak pernah sedetik pun melepaskan kita dari perlindunganNya, dari anugerahNya selalu berkelimpahan setiap hari.

Mari kita hilangkan rasa takut dan kekhawatiran kita dengan keyakinan bahwa Tuhan selalu berada disamping kiti untuk selalu menjaga kita.

Tuhan memberikan cobaan dan masalah bukan untuk membuat kita hancur, tapi agar kita semakin kuat.

Never Fear, For God Is Always Near.